Untuk pertama kalinya dalam waktu 30 tahun terakhir, Tiongkok gagal meraih gelar juara. Dari empat wakil Tiongkok yang melaju ke final, tidak ada satu pun wakil yang dapat meraih juara. Empat wakil tersebut adalah di sektor ganda putri, tunggal putri, tunggal putra, dan ganda campuran.
Di ajang China Open Superseries ini, gelar juara dibagi rata oleh 4 negara. Korea Selatan 1 gelar di ganda putri, India 1 gelar di tunggal putri, dan 1 Denmark 1 gelar di ganda putra. Sementara Indonesia mampu meraih 2 gelar di sektor ganda putra dan ganda campuran.
Ini harus menjadi bahan evaluasi bagi Asosiasi Bulutangkis Tiongkok (CBA). Mereka harus berbenah dan melakukan evaluasi agar bulu tangkis mereka bisa bangkit kembali. Seperti yang kita ketahui, Tiongkok merupakan 'raja' bulutangkis dunia. Atlet mereka hampir selalu mendominasi di berbagai ajang kompetisi bergengsi, seperti Piala Thomas dan Uber, Piala Sudirman, Olimpiade, maupun di turnamen superseries. Bahkan Tiongkok menjadi peraih gelar Piala Uber sebanyak 14 kali. Setiap kali berhadapan dengan Tiongkok, lawan akan gentar untuk menghadapi. Indonesia pun beberapa kali mencoba untuk mengalahkan Tiongkok di berbagai kompetisi sulit dilakukan. Mungkin melawan Tiongkok ibarat melawan 'Tembok China'. Sulit ditembus.
Sekarang kekuatan bulutangkis sudah merata. Jepang dan Korea sudah berkembang dan menjadi penantang utama di berbagai ajang kompetisi, Indonesia juga sudah sedikit demi sedikit bangkit dari keterpurukan, bahkan negara Eropa seperti Denmark dan Inggris juga mulai bisa menyaingi negara-negara Asia, yang aslinya bukan olahraga favorit di negara mereka.
Pebulutangkis Tiongkok bisa dikalahkan. Yang paling menyakitkan adalah mereka harus tersingkir dari ajang Piala Thomas 2016 di babak perempat final. Lawan yang mengalahkan mereka adalah Korea Selatan, yang secara gelar belum pernah meraih juara di Piala Thomas.
Pebulutangkis Tiongkok bisa dikalahkan. Yang paling menyakitkan adalah mereka harus tersingkir dari ajang Piala Thomas 2016 di babak perempat final. Lawan yang mengalahkan mereka adalah Korea Selatan, yang secara gelar belum pernah meraih juara di Piala Thomas.
Jadi, siapkah Tingkok?











